Parlimen Perancis pada Ahad menyetujui penggunaan pasport vaksin sebagai bahagian penting dari kehidupan sehari-hari dalam pertempuran melawan COVID-19. Keputusan ini diambil setelah kesepakatan kompromi antara anggota parlimen dari majlis tinggi dan rendah.

Terobosan dalam pembicaraan antara anggota Majlis Nasional dan Senat terjadi sehari setelah negara itu kembali diguncang oleh aksi protes nasional terhadap aturan yang melibatkan lebih dari 160,000 penunjuk perasaan menyebabkan puluhan orang ditangkap.

Presiden Emmanuel Macron minggu lalu memerintahkan agar izin kesihatan – bukti vaksinasi penuh atau tes negatif – akan diperlukan bagi Perancis untuk mengunjungi tempat-tempat seperti bioskop (pawagam) atau kelab malam, bar dan restoran. Pengumuman pasport vaksin itu merupakan langkah Macron untuk menjadikan vaksinasi sebagai senjata utama melawan COVID-19 ketika varian baru muncul, yang pada dasarnya mengharuskan orang untuk divaksinasi jika ingin melanjutkan rutinitas sehari-hari.

Tetapi telah menghadapi tentangan sengit dari beberapa orang yang percaya bahawa pasport vaksin mengikis kebebasan awam, sementara parti politik yang berkuasa menghadapi tugas berat untuk mendorong undang-undang tersebut melalui parlimen. Sementara anggota parlimen pro-Macron yang mengendalikan Majlis Nasional majlis rendah, Senat majlis tinggi didominasi oleh oposisi kanan.

Kedua belah pihak mengadakan pembicaraan tiga jam hari Ahad, menemukan kompromi untuk meluluskan RUU malam itu dengan majoriti besar – 156 suara setuju, 60 menentang dan 14 abstain (berkecuali). Undang-undang tersebut masih perlu dipersetujui oleh otoritas administratif tertinggi Perancis, Dewan Konstitusi, sebelum menjadi undang-undang – sebuah langkah tambahan yang diminta oleh Perdana Menteri, Jean Castex.

Sekitar 161,.000 orang, termasuk 11,000 di Paris telah melakukan aksi protes hari Sabtu terhadap izin kesihatan, dengan demonstran mengacungkan slogan-slogan termasuk “kebebasan sedang diinjak-injak”. Tujuh puluh satu orang ditangkap, termasuk 24 di Paris, dan 29 anggota pasukan keselamatan cedera, kata kementerian dalam negeri.

Pada kunjungan ke wilayah Pasifik Perancis di Polinesia Perancis, Macron mencemuh bagaimana slogan-slogan kebebasan diacungkan pada protes.

“Setiap orang bebas mengekspresikan diri mereka dengan tenang dengan menghormati satu sama lain,” katanya. “Tapi kebebasan di mana saya tidak berhutang apa pun kepada orang lain tidak ada,” katanya dikutip France 24.

Dia mengatakan bahawa di bawah logik  seperti itu, kerabat dapat terinfeksi oleh seseorang yang tidak divaksinasi “ketika ada kesempatan untuk memiliki sesuatu yang melindungi”, atau orang itu sendiri dapat berakhir di rumah sakit. “Saya tidak menyebut ini kebebasan, saya menyebut ini tidak bertanggungjawab dan egoisme,” katanya.

Dengan memaksimumkan jumlah vaksinasi, pemerintah ingin memininumkan dampak gelombang keempat virus tersebut. Sekitar 40 juta orang seharusnya menerima setidaknya satu tusukan pada hari Senin.

Dengan latar belakang meningkatnya kes yang dipicu oleh varian Delta, departemen Mediterania Perancis Alpes-Maritimes yang mencakup resort Cannes dan Nice mengatakan pihaknya memberlakukan kembali kewajiban untuk memakai pelitup muka di luar dan melarang konsumsi alkohol di ruang publik seperti pantai.

Selain mewajibkan vaksinasi bagi petugas kesihatan dan perawat, undang-undang baru akan mewajibkan izin kesihatan mulai bulan Ogos untuk perjalanan dengan pesawat dan kereta api antara bandar dan juga hanya untuk mengunjungi kafe atau restoran. Setelah pengumuman Macron, tiket kesihatan sudah wajib untuk bioskop, muzium, dan tempat mana pun yang mengumpulkan lebih dari 50 orang.

Senat menginginkan undang-undang untuk lebih memperhatikan kebebasan awam. Sumber parlimen mengatakan kompromi yang dicapai bererti sistem hanya akan diizinkan untuk dilanjutkan setelah 15 November dengan pemungutan suara baru di parlimen.

Kesepakatan kompromi juga membatasi peranan polisi dalam menegakkan aturan dan memperjelas bahawa petugas kesihatan dan perawat yang menolak vaksinasi tidak secara automatik dipecat tetapi gaji mereka ditangguhkan. Perancis mencatat hampir 23.000 kes COVID baru pada hari Sabtu, dua kali lebih banyak dari minggu lalu, kerana varian Delta menyebabkan infeksi melonjak.

Tetapi secara angka, pemerintah memuji keberhasilan peluncuran vaksinasi, ada 878 orang dalam perawatan intensif dengan COVID, dibandingkan dengan puncaknya hampir 6.000 pada akhir April.*

 

Sumber: https://www.hidayatullah.com/

Translate »