Peristiwa kiamat tidak hanya terkait dengan manusia, tetapi berkaitan dengan keberadaan alam, baik yang berada di langit mahupun di bumi. Allah menghendaki terjadinya kiamat bererti kematian bagi semua makhluk, bersamaan dengan peniupan sangkakala oleh Malaikat Israfil a.s. kiamat merupakan masalah yang sangat besar. Kita tidak dapat membayangkan kerana tidak mengetahui apa yang ada di langit, juga makhluk yang ada di sana.

Allah berfirman maksudnya :“Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, mahupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. (QS Yasin : 36)

Apa di langit terdapat makhluk yang hidup seperti kita di bumi, dan mereka mengalami kiamat sama dengan kita? Atau, hanya para malaikat yang menghuni langit? Allah Yang Maha Suci menjelaskan dalam al-Quran bahawa Dia telah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi.

Allah berfirman maksudnya :“Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahawa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS Ath-Thalaq : 12)

Hanya Allah yang mengetahui peredaran alam semesta dan perputaran makhluk-Nya di dunia. Di langit pertama saja terdapat miliaran gugusan bintang, dan di masing-masing gugusan bintang menurut ahli ilmu falak – terdapat lebih dari 200 miliar bintang. Kita tidak mengetahui apa yang ada di langit kedua, ketiga hingga langit ketujuh.

Allah berfirman maksudnya : “Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui.” (QS al-Waqiah : 75 – 76)

Kerajaan Allah tidak terbatas dan tanpa batas. Makhluk yang ada pada tujuh lapis langit hanya Allah yang mengetahuinya. Tidak seorang pun mampu melakukan penelitian terhadap makhluk yang berada di langit. Ilmu tentang makhluk itu hanya Allah yang berhak mengetahuinya.

Allah berfirman maksudnya :“…Dan tidak ada yang mengetahui bala tentera Tuhanmu kecuali Dia sendiri…” (QS al-Muddatstsir : 31)

Manusia, jin, malaikat, dan makhluk lain yang hanya Allah yang mengetahuinya, sebagimana firman-Nya, “Dia menciptakan apa yang tidak mereka ketahui,” akan mengalami kiamat, goncangan dan kepanikan yang sama, meskipun makhluk yang besar, seperti para malaikat.

Masing-masing makhluk tidak mengetahui kapan kiamat datang, mungkin masih jutaan tahun lagi lamanya, meskipun para nabi dan rasul yang diutus telah menjelaskan tentang kedatangan kiamat dan siksa. Manusia dapat menggambarkan tentang kiamat atau azab yang akan terjadi di daerah mereka, sama seperti yang dialami kaum Tsamud, ‘Ad, Firaun, Ash-Habur Rass, dan yang lainnya.

Para nabi telah menjelaskan kepada umatnya bahawa dunia adalah rumah Allah yang penuh dengan ujian dan cobaan serta masih ada lagi kehidupan yang lain, iaitu kehidupan di alam akhirat. Kiamat akan terjadi dan Allah akan mengumpulkan makhluk-Nya untuk dihisab atau dimintai pertanggungjawaban. Namun, mereka semua berkata, “Buktikanlah ancamanmu kepada kami dan mana kiamat yang kamu katakan kepada kami?”

Allah berfirman maksudnya:Mereka menjawab, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah engkau ancamkan kepada kami jika engkau termasuk orang-orang yang benar.” (QS al-Ahqaf : 22)

Allah menjelaskan kepada kita dalam al-Quran bahawa orang-orang tersebut menginginkan kiamat segera tiba kerana mereka tidak beriman kepada Allah, rasul dan hari kiamat.

Allah SWT berfirman : “Lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami. Dia (Firaun) menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.” (QS Asy-Syura : 17-18)

“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS al-Hajj : 47)

Allah menyebut mereka sebagai orang yang sangat bodoh kerana mereka mendustakan terjadinya kiamat. Jika mereka mahu sedikit saja berfikir, nescaya mereka sedar bahawa kehidupan dunia ini tidak abadi, tetapi hanya sebagai tempat singgah. Allah menjadikan dunia sebagai tempat penempaan dan latihan. Oleh kerana itu, Dia harus mengumpulkan makhluk-makhluk-Nya untuk dimintai pertanggungjawaban pada hari perhitungan amal.

Mereka tidak yakin akan terjadinya kiamat dan berada dalam kesesatan. Allah berfirman dengan menggunakan lisan orang-orang yang berdusta lagi tersesat kerana dugaan mereka yang salah.

“Dan apabila dikatakan (kepadamu), “Sungguh, janji Allah itu benar dan hari kiamat itu tidak diragukan adanya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin.” (QS al-Jatsiyah : 32)

Translate »