Ke mana semasa? Dan mengapa kebanyakan ilmuwan Islam hari ini kurang memberi impak kepada kehidupan umat?
1. Ke mana ilmuwan semasa?
Ilmuwan hari ini tidak hilang, tetapi kebanyakannya:
- Terkurung dalam dunia akademik. Mereka sibuk dengan jurnal, indeks sitasi, KPI universiti, dan projek penyelidikan yang sukar difahami orang awam. Ilmu berlegar dalam bilik seminar, bukan turun ke lorong masyarakat.
- Terpisah dari denyut kehidupan umat
Masalah umat hari ini melibatkan ekonomi, sosial, akhlak, politik, teknologi, dan jiwa—tetapi ramai ilmuwan hanya menguasai satu sudut sempit tanpa berani menyentuh realiti kompleks umat.
- Menjadi “pakar bidang” tetapi bukan “pemimpin umat”
Mereka mahir bercakap tentang teori, tetapi tidak memimpin perubahan. Ulama silam bukan sekadar ilmuwan, tetapi murabbi, mujahid, pemimpin rohani dan sosial.
2. Mengapa kebanyakan ilmuwan Islam semasa kurang memberi impak?
a. Ilmu terpisah daripada amal dan keberanian
Ilmu hari ini banyak menjadi bahan wacana, bukan alat perubahan.
Ramai takut:
- Kehilangan jawatan
- Ditekan pihak berkuasa
- Disalah tafsir masyarakat
Lalu ilmu menjadi “selamat”, tidak menggugat kezaliman, tidak mengubah budaya rosak.
b. Hilang roh tazkiyah dan tarbiah
Ilmuwan silam dibentuk dengan:
- Tazkiyatun nafs (penyucian jiwa)
- Mujahadah
- Hubungan rohani dengan Allah
Hari ini, ramai ilmuwan kuat dari segi maklumat, tetapi lemah dari segi roh. Ilmu tanpa nur hanya melahirkan debat, bukan hidayah.
c. Terperangkap dalam sistem sekular dan birokrasi
Sistem pendidikan moden:
- Mengukur kejayaan dengan angka dan sijil
- Bukan dengan perubahan manusia
- Bukan dengan lahirnya insan bertaqwa dan berani
Ilmuwan dipaksa patuh kepada sistem, bukan kepada amanah umat.
d. Tidak menguasai bahasa dan alat zaman
Sebahagian ilmuwan:
- Tidak menguasai media, teknologi, psikologi masyarakat
- Gagal menterjemah ilmu tinggi kepada bahasa rakyat
- Ilmu mereka tidak “hidup” dalam kehidupan harian umat
Sedangkan Rasulullah ﷺ bercakap dengan bahasa yang difahami umat, bukan bahasa elit.
e. Terlalu berhati-hati hingga hilang fungsi nabi-nabi
Para nabi dan ulama pewaris nabi:
- Menegur raja
- Menggoncang sistem zalim
- Mengubah budaya rosak
Tetapi hari ini, ramai ilmuwan lebih menjaga hubungan dengan kuasa daripada amanah kebenaran.
3. Apa yang sepatutnya berlaku?
Ilmuwan perlu kembali kepada peranan asal:
- Menggabungkan ilmu, iman dan amal
- Turun ke masyarakat, bukan hanya ke podium
- Menjadi suara nurani umat
- Berani menegur, bukan sekadar menasihat dalam bilik tertutup
- Melahirkan manusia, bukan hanya graduan
Seperti kata ulama:
“Ilmu yang tidak mengubah akhlak hanyalah hujah atas tuannya.”
4. Kesimpulan
Ilmuwan semasa tidak hilang, tetapi:
- Ramai terperangkap dalam sistem
- Terpisah dari roh tarbiah
- Takut menanggung risiko kebenaran
- Gagal menterjemah ilmu kepada kehidupan
Umat hari ini tidak kekurangan ilmuwan, tetapi kekurangan ilmuwan yang hidup bersama umat, menangis dengan penderitaan mereka, dan berjuang bersama mereka menuju Allah.
Recent Comments